Fenil
propanoid
Fenil propanoid
merupakan senyawa fenol alam yang mempunyai cincin aromatik dengan rantai
samping terdiri dari 3 atom karbon. Golongan fenil propanoid yang paling
tersebar luas adalah asam hidroksi sinamat, yaitu suatu senyawa yang merupakan
bangunan dasar lignin. Senyawa fenil propanoid yang berasal dari turunan
sinamat berwujud kristal putih dan sedikit larut dalam air. Empat macam asam
hidroksi sinamat banyak terdapat dalam tumbuhan. Keempat senyawa tersebut yaitu
asam ferulat, sinapat, kafeat dan p-kumarat. Senyawa fenil propanoid merupakan
salah satu kelompok senyawa fenol utama yang berasal dari jalur shikimat.
Senyawa-senyawa fenol ini mempunyai kerangka dasar karbon yang terdiri dari
cincin benzena (C6) yang terikat pada ujung rantai karbon propana (C3).
Asal Usul Fenil Propanoid
Fenilpropanoid
merupakan suatu kelompok senyawa fenolik alam yg berasal dari asam amino
aromatik fenilalanin dan tirosin. Golongan senyawa ini adalah zat antara dari
jalur biosintesis asam sikimat. fenilpropanoid disebut pula sebagai fenolik
tumbuhan. Keberadaannya berlimpah pada tumbuhan namun terbatas pada jamur dan
belum ditemukan pada manusia atau vertebrata.
BIOSINTESIS SENYAWA FENIL PROPANOID
Perintis
senyawa fenilpropanoid awal adalah asam sinamat dan asam p-hidroksinamat, yang
juga dikenal dengan nama asam p-kumarat. Dalam tumbuhan, senyawa ini dibuat
dari asam aromatis amino fenilalanin dan tirosin, secara bergantian, dan
tersintesis melalui jalur asam sikimat. Biosintesa senyawa fenilpropanoida yang
dari jalur shikimat pertama kali ditemukan dalam mikroorganisme seperti
bakteri, kapang dan ragi. Sedangkan asam shikimat pertama kali ditemukan pada
tahun 1885 dari tumbuhan lillicium religiosum dan kemudian ditemukan dalam
banyak tumbuhan. Pokok reaksi biosintesa dari jalur shikimat adalah sebagai
berikut: Pembentukan asam shikimat diawali dengan kondensasi aldol antara
eritrosa dan asam fosfoenol piruvat. Pada kondensasi ini, gugus metilen (C=CH2)
dari asam fosfoenolpiruvat berlaku sebagai nukleofil dan mengadisi gugus
karbonil C=O eritrosa, menghasilkan gula dengan 7 unit atom karbon. Selanjutnya
reaksi yang analog (intramolekuler) menghasilkan asam 5 dehidrokuinat yang
mempunyai lingkar sikloheksana, yang kemudian diubah menjadi asam shikimat.
Asam
sikimat melalui serangkaian reaksi terfosforilasi, menghasilkan asam korismat
yang merupakan titik percabangan yang penting dalam biosintesis. Satu cabang
menghasilkan asam anthranilat dan kemudian menjadi triptofan. Sedangkan cabang
yang lain menimbulkan asam prefenat, senyawa non aromatis terakhir dalam
rangkaian tersebut. Asam prefenat terbentuk oleh adisi asam fosfoenol piruvat
terhadap asam shikimat. Asam prevenat dapat
diaromatisasi dengan dua cara. Pertama diproses dengan dehidrasi dan
dekarboksilasi simultan sehingga menghasilkan asam fenilpiruvat, yang bisa
menghasilkan fenilalanin.Yang kedua muncul dengan dehidrogenasi dan
dekarboksilasi menghasilkan asam p-hidroski fenilpiruvat, asal mula tirosin.
Struktur Fenil Propanoid
fenilpropanoid
memiliki cincin fenil yang menjadi tempat melekatnya rantai samping 3C. Senyawa
fenilpropanoid adalah senyawa memiliki kerangka aromatik fenil (C6) dengan
rantai samping propanoid (C3), sehingga jumlah total karbonnya adalah 9 dan
disebut C9 atau fenil propanoid dan kelipatannya. Fenilpropanoid juga dapat
mengandung satu atau lebih residu C6-C3. Karakteristik lainnya adalah tidak
mengandung atom nitrogen dan terdapat satu atau beberapa gugus hidroksil yang
melekat pada rantai aromatik, sehingga memiliki sifat fenolik. Fenilpropanoid
dapat diklasifikasikan berdasarkan gugus kimia dasarnya, yaitu:
a.
Asam
hidroksisinamat
b.
Fenil
propena
c.
Kumarin
d.
Fenilpropanoid
pendek
e.
Turunan bifenilpropenoid
f.
Fenilpropanoid dengan berat molekul tinggi
Isolasi pada fenil
propanoid
Secara umum ekstraksi senyawa metabolit sekunder dari seluruh bagian
tumbuhan seperti bunga, buah, daun, kulit batang dan akar menggunakan sistem
maserasi menggunakan pelarut organik polar seperti metanol.Beberapa metode ekstraksi senyawa organik bahan alam yang
umum digunakan antara lain :
1.
Maserasi,Maserasi merupakan proses
perendaman sampel dengan pelarut organik yang digunakan pada temperatur
ruangan.
2.
Perkolasi,Merupakan proses
melewatkan pelarut organik pada sampel sehingga pelarut akan membawa senyawa
organik bersama-sama pelarut.
3.
Solketasi,Solketasi menggunakan soklet
dengan pemanasan dan pelarut akan dapat di hemat karena terjadinya sirkulasi
pelarut yang selalu membasahi sampel.
4.
Destilasi uap,Proses destilasi lebih
banyak digunakan untuk senyawa organik yang tahan pada suhu yang cukup tinggi,
yang lebih tinggi dari titik didih pelarut yang digunakan.
Isolasi kumarin dari biji pinang
Pinang yang digunakan buahnya
sebagai ramuan pemakan sirih dikenal dengan nama latin Areca catechu L.
Buah pinang mudah dikunyah dan airnya ditelan untuk mengobati darah dalam air
kencing. Jus pinang muda digunakan sebagai obat luar untuk rabun bila
diteteskan pada kornea, ditelan untuk demam, histeria, dan disentri. Biji
pinang muda bila dibuat jus dengan telur itik dan susu dapat digunakan untuk
peningkatan stamina lelaki. Abu pinang digunakan untuk mencuci gigi, tetapi
jika terlalu banyak akan merusak gigi. Jus pucuk pinang dan Euphorbia linta
digunakan tiga hari setelah bersalin. Akar pinang juga digunakan untuk
memperbanyak kencing dan mengobati sakit perut. Campuran daunnya digunakan
untuk memandikan anak-anak yang sering mengalami sakit perut. Serbuk pinang
bisa membuang cacing gelang. Pada penelitian ini akan dilaporkan kandungan
kumarin dari biji pinang sirih yang muda dengan cara maserasi dan karakterisasi
hasil dengan cara kimia, spektroskopi dan kromatografi. Berikut tahapan
isolasinya:
- Persiapan alat dan bahan
Alat-alat yang digunakan adalah
seperangkat alat destilasi, rotary evaporator Heidolph WB 2000, Spektrometer
Ultraviolet Secoman S1000 PC, Spektrometer IR (Perkin Elmer FTIR 1600 series),
Spektrometer 13C-NMR Bruker WP pada 100 MHz, Spektrometer 1H-NMR
Bruker WP pada 500 MHz, Spektrometer Massa (Micromas VG 70-250S), Elemental
analysis apparatus, Fisher melting point apparatus, lampu UV λ = 254 dan 356
nm, corong Buchner, kolom kromatografi dengan diameter 5,0 dengan panjang 48
cm, penangas listrik, oven, pipa kapiler, kertas saring, plat KLT, alumunium
foil, serta perlatan gelas yang umum digunakan di laboratorium.
Sampel yang berupa biji pinang sirih
yang masih muda (Areca catechu L) diambil di Tanah Sirah Kalumbuk Kota Padang,
dan diidentifikasi di Herbarium Universitas Andalas Padang (ANDA) oleh Rusdi
Tamin.
- Ektraksi dan fraksinasi
Sampel kering biji pinang muda Areca
catechu L. yang dimaserasi dengan metanol. Dari 2,95 kg sampel kering biji
pinang muda Areca catechu L. yang dimaserasi dengan metanol didapatkan
ekstrak pekat sebanyak 511,36 g. Selanjutnya ekstrak pekat metanol tadi
dilarutkan dalam metanol : air (1 : 1) kemudian difraksinasi dengan pelarut
etilasetat. Fraksi etilasetat dipekatkan dengan rotary evaporator dan
didapatkan ekstrak pekat fraksi etil asetat sebanyak 75,75 g. Kemudian fraksi
etilasetat dikromatografi kolom sehingga didapatkan satu noda tunggal. Noda tunggal
dimonitor dengan kromatografi lapisan tipis dengan menggunakan pelarut n-heksan
: aseton (4 : 6) dan dilihat di bawah lampu UV.
- Pemurnian dan rekristalisasi
Pemurnian dilakukan dengan
menggunakan pelarut yang berbeda kelarutannya, yaitu EtOAc, aseton dan MeOH.
Ketiga fraksi ini dimonitor dengan KLT menggunakan pelarut n-heksan : aseton (4
: 6). Hasil KLT dari fraksi aseton memperlihatkan noda tunggal di bawah lampu
UV sebagai penampak noda. Kemudian dilakukan rekristalisasi terhadap fraksi
aseton dengan menggunakan pelarut MeOH dan Aseton, sehingga didapatkan kristal
kumarin yang berwarna putih. Kristal tersebut memiliki titik leleh 184 – 185°C
dan Rf 0,60 dengan pelarut n-heksan : aseton (4 : 6). Kristal murni yang
didapat dilakukan analisa unsur, penarikan spektrum ultraviolet, spektrum
inframerah, spektrum massa, spektrum NMR baik 1H dan 13C.
Karena rekristalisasi terhadap fraksi aseton menggunakan pelarut MeOH dan
Aseton, sehingga didapatkan kristal kumarin yang berwarna putih.
- Karakterisasi
Selanjutnya karakterisasi senyawa
golongan kumarin ini dilakukan dengan menggunakan spektrometer UV-Vis Secomam
S.1000. Spektrum UV yang dihasilkan oleh senyawa kumarin hasil isolasi dengan
pelarut MeOH memberikan 3 pita serapan maksimum 208,6 nm; 219,6 nm; dan 323,6
nm. Berdasarkan pengukuran serapan UV tersebut dapat disarankan bahwa senyawa
hasil isolasi termasuk dalam senyawa golongan kumarin.
Bioaktivitas Fenilpropanoid
Senyawa
fenilpropanoid diketahui memiliki beberapa aktivitas biologis seperti
antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, antimalarial dan antialga. Tumbuhan
Ballota nigra diketahui mengandung senyawa forsythoside, arenarioside dan
verbascoside yang memiliki aktivitas antibakteri. Senyawa angoroside dan
acteoside dari Scropholaria scorodonia memiliki aktivitas antiinflamasi.
Senyawa phenilpropanoid yang diisolasi dari Platycodon grandiflorum A. DC dan
senyawa fenilpropanoid dari Pimenta dioica diketahui memiliki aktivitas
antioksidan. Sedangkan senyawa fenilpropanoid yang berasal dari tumbuhan Virola
surinamensis (Rol.) Warb. dapat digunakan sebagai obat antimalaria.
MANFAAT
SENYAWA FENIL PROPANOID
Adapun beberapa manfaat dari senyawa
fenil propanoid yaitu sebagai berikut:
- Tiga contoh senyawa fenil propanoid yaitu sinamaldehida, eugenol dan apiel berperan penting dalam memberi ciri bau-rasa dan bau khas berbagai jamu dan rempah-rempah yang berharga.
- Sinamaldehida yang terkandung pada kayu manis bermanfaat untuk menurunkan resiko stroke dan aterosklerosis.
- Asam sinamat bisa berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar matahari karena senyawa ini dapat berpotensi sebagai bahan kosmetik.
- Lignan (gabungan antara dua fenil propanoid melalui rantai samping alifatiknya) pada manusia digunakan secara niaga sebagai antioksidan dalam makanan dengan berhasil baik, walaupun terbatas. Sedangkan untuk tumbuhan lignan memberikan sumbangan pada penguatan dinding sel.
- Dalam beberapa jenis tumbuhan paku yang mengandung senyawa fenil propanoid bisa digunakan sebagai obat kanker.
- Tanin (salah satu jenis senyawa fenil propanoid yang terkandung dalam tumbuhan) bagi manusia berfungsi untuk menghambat pertumbuhan tumor, sedangkan fungsinya bagi tumbuhan itu sendiri ialah sebagai pertahanan yaitu untuk mengusir hewan pemangsa tumbuhan.
- Eugenol dan senyawa turunannya memiliki berbagai manfaat dalam bidang industri, seperti industri farmasi, kosmetik, makanan, minuman, rokok, pestisida nabati, perikanan, pertambangan, kemasan aktif dan industri kimia lainnya.
- Kumarin bermanfaat sebagai antioksidan alami.
Permasalahan
:
1. Pada
isolasi fenil propanoid itu menggunakan metode ekstraksi, bagaimana metode
ekstraksi ini digunakan?
2. senyawa
fenil propanoid dapat dikatakan fenolik tumbuhan, mengapa demikian? apakah
semua senyawa fenil propanoid di hasilkan dari biosintesis asam
sikimat?mengapa?
Saya akan menjawab no 1
BalasHapusBeberapa metode ekstraksi senyawa organik bahan alam yang umum digunakan antara lain :
1. Maserasi,Maserasi merupakan proses perendaman sampel dengan pelarut organik yang digunakan pada temperatur ruangan.
2. Perkolasi,Merupakan proses melewatkan pelarut organik pada sampel sehingga pelarut akan membawa senyawa organik bersama-sama pelarut.
3. Solketasi,Solketasi menggunakan soklet dengan pemanasan dan pelarut akan dapat di hemat karena terjadinya sirkulasi pelarut yang selalu membasahi sampel.
4. Destilasi uap,Proses destilasi lebih banyak digunakan untuk senyawa organik yang tahan pada suhu yang cukup tinggi, yang lebih tinggi dari titik didih pelarut yang digunakan.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan permasalahan Anda yg kedua:
BalasHapusFenil propanoid mewakili kelompok besar produk alamiah yang diturunkan dari asam amino fenilalanin dan tirosin atau dalam beberapa kasus, di tengah jalur biosintesisnya melalui biosintesis asam sikimat. Seperti yang terlihat dari namanya, kebanyakan senyawa yang terkandung dalam strurkturnya adalah cincin fenil yang terletak dalam tiga sisi rantai karbon propana. Karena kebanyakan fenil propanoid di alam merupakan fenolik dengan satu atau lebih kelompok hidroksil dalam cincin aromatis, maka sering disebut sebagai tumbuhan fenolik. Beberapa senyawa dianggap sebagai penyingkatan fenil propanoid baik tanpa rantai samping seperti katekol atau dengan cincin samping dengan satu atom karbon seperti asam gallat, asam benzoat, sacicin, metal salisilat, dan vanillin, atau dua atom karbon seperti 2-fenil etanol. Dalam beberapa kasus rantai sisi dari dua fenil propanoid saling berinteraksi membentuk turunan bisfenil propanoid yang disebut lignan atau neolignan. Dengan flavonoid satu cincin aromatis dan rantai smping C3 nya mempunyai asal usul fenil propanoid dari p-kumarol KoA yang diturunkan dari fenilalanin, dan cincin aromtis lain dalam molekul adalah sebagai hasil dari kondensasi dengan tiga molekul malonil KoA melalui biosintesis poliketida.
Saya akan menjawab permasalahan 1. Secara umum ekstraksi senyawa metabolit sekunder dari seluruh bagian tumbuhan seperti bunga, buah, daun, kulit batang dan akar menggunakan sistem maserasi menggunakan pelarut organik polar seperti metanol.
BalasHapusBeberapa metode ekstraksi senyawa organik bahan alam yang umum digunakan antara lain :
1. Maserasi
Maserasi merupakan proses perendaman sampel dengan pelarut organik yang digunakan pada temperatur ruangan. Proses ini sangat menguntungkan dalam isolasi senyawa bahan alam karena dengan perendaman sampel tumbuhan akan terjadi pemecahan dinding dan membran sel akibat perbedaan tekanan antara didalam dan diluar sel sehingga metabolit sekunder yang ada dalam sitoplasma akan terlarut dengan pelarut organik dan ekstraksi senyawa akan sempurna karena dapat diatur lama perendaman yang dilakukan. Pemilihan pelarut untuk proses maserasi akan memberikan efektifitas yang tinggi dengan memperhatikan kelarutan senyawa bahan alam pelarut tersebut. Secara umum pelarut metanol merupakan pelarut yang paling banyak digunakan dalam proses isolasi senyawa organik bahan alam, karena dapat melarutkan seluruh golongan metabolit sekunder.
No 2
BalasHapusMenurut Rashamuse (2008) Biosintesis fenilpropanoid terdiri dari 3 jalur yaitu:
Jalur Biosintesa Shikimat
Bioseintesa fenilpropanoid melalui jalur shikimat pertama kali ditemukan dalam organisme seperti bakteri, kapang dan ragi. Sedangkan asam shikimat pertama kali ditemukan pada tahun 1885 dari tumbuhan lilicium religiosum dan kemudian ditemukan dalam banyak tumbuhan.
Perintis senyawa fenilpropanoid awal adalah asam sinamat dan asam p-hidroksinamat, yang juga dikenal dengan nama asam p-kumarat. Dalam tumbuhan, senyawa ini dibuat dari asam aromatis amino fenilalanin dan tirosin, secara bergantian, dan tersintesis melalui jalur asam sikimat.
Biosintesa senyawa fenilpropanoida yang daarijalur shikimat pertama kali ditemukan dalam mikroorganisme seperti bakteri, kapang dan ragi. Sedangkan asama shikimat pertama kali ditemukan pada tahun 1885 dari tumbuhan lillicium religiosum dan kemudian ditemukan dalam banyak tumbuhan. Pokok reaksi biosintesa dari jalur shikimat adalah sebagai berikut:
Pembentukan asam shikimat diawali dengan kondensasi aldol antara eritrosa dan asam fosfoenolpiruvat. Pada kondensasi ini, gugus metilen (C=CH2) dari asam fosfoenolpiruvat berlaku sebagai nukleofil dan mengadisi gugus karbonil C=O eritrosa, menghasilkan gula dengan 7 unit atom karbon. Selanjutnya reaksi yang analog (intramolekuler) menghasilkan asam 5-dehidrokuinat yang mempunyai lingkar sikloheksana, yang kemudian diubah menjadi asam shikimat.
Jalur biosintesa kumarin
Kumarin adalah senyawa fenol yang pada umumnya berasal dari tumbuhan tinggi dan jarang sekali ditemukan pada mikroorganisme. Dari segi biogenetic, kerangka benzopiran-2-on dari kumarin berasal dari asam-asam sinamat, melalui orto-hidroksilasi. . Asam orto-kumarat yang dihasilkan setelah menjalani isomerisasi cis-trans, menjalani kondensasi. Penelitian pada biosintesa kumarin pada beberapa jenis tumbuhan ternyata mendukung biosintesa ini. Walaupun demikian mekanisme dari sebagian besar tahap-tahap reaksi tersebut masih belum jelas. Misalnya reaksi isomerisasi cis-trans dari asam orto-hidroksikumarat mungkin berlangsung dengan katalis enzim atau melalui proses fotokimia atau suatu proses reduksi dehidrogenasi yang beruntun.
Jalur biosintesa Alifenol dan propenil fenol
Senyawa-senyawa Alifenol dan propenil fenol adalah dua jenis senyawa fenilpropanoida yang berkaitan satu sama lainnya.
Dari nomor 2.
BalasHapusKarena kebanyakan fenil propanoid di alam merupakan fenolik dengan satu atau lebih kelompok hidroksil dalam cincin aromatis, maka sering disebut sebagai tumbuhan fenolik.
Sedangkan senyawa fenolik merupakan senyawa yang banyak ditemukan pada tumbuhan. Fenolik memiliki cincin aromatik satu atau lebih gugus hidroksi (OH-) dan gugus – gugus lain penyertanya. Pada industri makanan dan minuman, senyawa fenolik berperan dalam memberikan aroma yang khas pada produk makanan dan minuman, sebagai zat pewarna makanan dan minuman, dan sebagai antioksidan. Pada industri farmasi dan kesehatan, senyawa ini banyakdigunakan sebagai antioksidan, antimikroba, antikanker dan lain-lain,contohnya obat antikanker (podofilotoksan), antimalaria (kuinina) dan obatdemam (aspirin).Selain itu, senyawa ini juga banyak digunakan sebagaiinsektisida dan fungisida.Selain itu, senyawa fenolik sangat penting untuk pertumbuhan dan reproduksi tanaman, di mana diproduksi sebagai respon untuk mempertahankan tanaman dari serangan terhadap patogen.