Karakteristik Metabolit Primer dan Sekunder
Metabolit adalah intermediet atau molekul yang tidak
stabil dengan paruh waktu yang pendek dalam reaksi kimiawi dan produk dari
metabolisme. Terbagi atas dua yaitu metabolit primer dan metabolit sekunder.
Hasil metabolism dalam organism hidup
dapat dibagi menjadi dua kelompok besar: metabolit primer dan sekunder. Yang
tergolong dalam metabolit primer adalah senyawa-senyawa yang diproduksi dan
terlibat pada jalur metabolisme primer (contohnya glikolisis, siklus asam
sitrat/siklus Krebs, dan fotosintesis). Contoh metabolit primer adalah protein,
karbohidrat, lipid, asam amino, nukleotida, danasetil CoA (Siegler 1998).
Karbohidrat biasa disebut hidrat arang. Terdiri dari dua reaksi pembentukan dan
pemecahan karbohidrat. Tersusun atas monomer molekul-molekul gula sederhana.
Reaksi pemecahan terjadi di membrane sel yang melibatkan proses respirasi dan
fermentasi. Reaksi pembentukan terjadi di dalam kloroplas yang melibatkan
penggunaan karbondioksida untuk menghasilkan monomer gula sederhana (misal:
sukrosa). Protein merupakan salah satu metabolit primer yang menyusun tubuh
organisme. Menurut dogma biologi molekuler, DNA akan ditranskripsi menjadi RNA,
RNA ditranslasi menjadi triplet kodon yang membentuk asam amino, polimer asam
amino merupakan protein. Lipida merupakan salah satu metabolit primer hasil
dari jalur oksidasi pentose fosfat. Reaksi pembentukan lipida terjadi di dalam
sitosol tanaman. Lipida tersusun atas asam lemak dan gliserol pada umumnya.
Asam nukleat merupakan metabolit primer yang menjadi dasar pembentuk materi
genetic baik DNA/RNA dan juga turunannya dapat membentuk protein. Asam nukleat
berperan dalam membentuk purin dan pirimidin.Hasil metabolism dalam organism
hidup dapat dibagi menjadi dua kelompok besar: metabolit primer dan sekunder.
Yang tergolong dalam metabolit primer adalah senyawa-senyawa yang diproduksi
dan terlibat pada jalur metabolisme primer (contohnya glikolisis, siklus asam
sitrat/siklus Krebs, dan fotosintesis). Contoh metabolit primer adalah protein,
karbohidrat, lipid, asam amino, nukleotida, danasetil CoA (Siegler 1998).
Karbohidrat biasa disebut hidrat arang. Terdiri dari dua reaksi pembentukan dan
pemecahan karbohidrat. Tersusun atas monomer molekul-molekul gula sederhana.
Reaksi pemecahan terjadi di membrane sel yang melibatkan proses respirasi dan
fermentasi. Reaksi pembentukan terjadi di dalam kloroplas yang melibatkan
penggunaan karbondioksida untuk menghasilkan monomer gula sederhana (misal:
sukrosa). Protein merupakan salah satu metabolit primer yang menyusun tubuh
organisme. Menurut dogma biologi molekuler, DNA akan ditranskripsi menjadi RNA,
RNA ditranslasi menjadi triplet kodon yang membentuk asam amino, polimer asam
amino merupakan protein. Lipida merupakan salah satu metabolit promer hasil
dari jalur oksidasi pentose fosfat. Reaksi pembentukan lipida terjadi di dalam
sitosol tanaman. Lipida tersusun atas asam lemak dan gliserol pada umumnya.
Asam nukleat merupakan metabolit primer yang menjadi dasar pembentuk materi
genetic baik DNA/RNA dan juga turunannya dapat membentuk protein. Asam nukleat
berperan dalam membentuk purin dan pirimidin.
a.
Metabolit Primer
Metabolit primer
adalah suatu metabolit atau molekul yang merupakan produk akhir atau produk antara
dalam proses metabolisme makhluk hidup, yang fungsinya sangat esensial bagi
kelangsungan hidup organisme tersebut, serta terbentuk secara intraseluler.
Contohnya adalah protein, lemak, karbohidrat, dan DNA.pada umumnya metabolit
primer tidak diproduksi berlebihan. Pada sebagian besar mikroorganisme,
produksi metaboit yag berlebihan dapat menghambat pertumbuhan, dan
kadang-kadang dapat mematikan mikroorganisme tersebut. Proses metabolisme
tersebut untuk membentuk metabolit primer disebut metabolisme primer.
Senyawa-senyawa kimia yang merupakan
hasil metabolisme primer pada tumbuhan
sangat beragam dan dapat diklasifikasikan dalam beberapa golongan senyawa bahan
alam yaitu polisakarida,protein,lemak,asam
nukleat dan polimer alam
-Polisakarida
polisakarida ialah polimer
karbohidrat kompleks yang terbentuk melalui hubungan dari banyak monomer
monosakarida. Salah satunya dari polisakarida ialah pati, bentuk utama dari
penyimpanan energi pada suatu tanaman. Pati ialah bahan makanan pokok pada
sebagian besar manusia. Makanan seperti jagung, kentang, beras, dan juga gandum
memiliki kandungan pati yang tinggi.
-Protein
Protein adalah senyawa
organik komplek berbobot molekul besar yang terdiri dari asam amino yang
dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen
dan kadang kala sulfur serta fosfor.
Lemak
Lemak (Lipid) adalah zat organik
hidrofobik yang bersifat sukar larut dalam air.Namun lemak dapat larut dalam
pelarut organik seperti kloroform,eter dan benzen. Lemak adalah suatu ester
alam yang berasal dari hewan dan tanaman. Lemak yang berasal dari tanaman
(lemak nabati) disebut minyak, walaupun ada juga sebagian minyak dari hewan,
misalnya minyak ikan. Lemak dan minyak digolongkan ke dalam kelompok lipid.
Kandungan kimia lemak dan minyak sama, tetapi wujud fisiknya berbeda, seperti
ditunjukkan pada tabel berikut.
-Asam Nukleat
Asam nukleat merupakan polimer, molekul
yang sangat besar yang terdiri dari unit yang lebih kecil berulang kali lagi
dan lagi. Unit-unit kecil yang polimer yang dibuat dikenal sebagai monomer.
Dalam kasus asam nukleat, monomer yang disebut nukleotida.
b.
Metabolit sekunder
Metabolit sekunder diproduksi oleh
mikroorganisme setelah fase pertumbuhan aktif telah berhenti. Zat tersebut
biasanya tidak diperlukan untuk metabolisme atau pemeliharaan sel tujuan
penting. Meskipun tidak dibutuhkan untuk pertumbuhan, namun metabolit sekunder
dapat pula berfungsi sebagai nutrisi darurat untuk bertahan hidup.
Senyawa-senyawa kimia yang merupakan hasil
metabolisme sekunder pada tumbuhan sangat beragam dan dapat diklasifikasikan
dalam beberapa golongan senyawa bahan alam yaitu terpenoid, steroid, kumarin,
flavonoid dan alkaloid.
Perbedaan antara metabolit primer
dan metabolit sekunder
Metabolisme
sangat dibutuhkan semua mahluk hidup sebab metabolisme bertugas menyusun(Anabolisme)
senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks dan membongkar (katabolisme) dari
senyawa kompleks menjadi senyawa yang sederhana. Tanpa metabolisme, mahluk
hidup tidak dapat bertahan hidup.
Hasil
dari proses metabolisme (produk) yaitu metabolit.
Metabolit
dibagi menjadi dua : metabolit primer dan ,metabolit sekunder.
Metabolit
primer merupakan senyawa yang menyusun sangat penting bisa dikatakan sebagai
Fundantional building block bagi mahluk hidup.
metabolit
sekunder bersifat tidak mempengaruhi akan eksistensi mahluk hidup.
Disini
akan dijelaskan perbedaan antara metabolit primer dan metabolit sekunder antara
lain sebagai berikut :
Tujuan
lain metabolit sekunder dibentuk untuk suatu bentuk upaaya untuk mempertahankan
diri.metabolit terdapat pada tanaman. Tanaman pada lahan yang tercemar
,kebakaran ,banjir ,dll tanaman ini tidak dapat melarikan diri untuk
menghindarinya ,namun dengan adanya metabolit sekunder agar dapat
mempertahankan diri maka tanaman tersebut akan membentuk metabolit sekunder.
Contoh
jenis hasil metabolit primer yaitu Protein,Karbonhidrat,Lemak .
Contoh
jenis hasil metabolit sekunder yaitu Terpenoid,Steroid ,Flavonoid, Alkonoid dan
poliketida.
Salah
satu senyawa yang tergolong Kimia Bahan Alam
adalah Alkaloid, berikut sejarah ditemukannya Alkaloid.
Sejarah alkaloid hampir setua peradaban manusia. Manusia
telah menggunakan obat-obatan yang mengandung alkaloid dalam minuman,
kedokteran, the, tuan atau tapal, dan racun selama 4000 tahun. Tidak ada usaha
untuk mengisolasi komponen aktif dari ramuan obat-obatan hingga permulaan abad
ke sembilan belas.
Obat-obatan pertama yang diketemukan secara kimia adalah
opium, getah kering Apium Papaver somniferum. Opium telah digunakan
dalam obat-obatan selama berabad-abad dan sifat-sifatnya sebagai analgesik
maupun narkotik telah diketahui. Pada tahun 1803, Derosne mengisolasi alkaloid
semi murni dari opium dan diberi nama narkotin. Seturner pada tahun 1805
mengadakan penelitian lebih lanjut terhadap opium dapat berhasil mengisolasi morfin.
Dalam tahun 1817-1820 di Laboratorium Pelletier dan Caventon
di Fakultas Farmasi di Paris, melanjutkan penelitian di bidang kimia alkaloid
yang menakjubkan. Daintara alkaloid yang diperoleh dalam waktu singkat tersebut
adalah Stikhnin, Emetin, Brusin, Piperin, kaffein, Quinin, Sinkhonin, dan
Kolkhisin.
Pada tahun 1826, Pelletier dan Caventon juga memperoleh
Koniin suatu alkaloid yang memiliki sejarah cukup terkenal. Alkaloid tersebut
tidak hanya yang bertanggung jawab atas kematian Socrates akibat dari hisapan
udara yang beracun, tetapi karena struktur molekulnya yang sederhana. Koniin
merupakan alkaloid pertama yang ditentukan sifat-sifatnya (1870) dan yang
pertama disintesis (1886). Selama tahun 1884 telah ditemukan paling sedikit 25
alkaloid hanya dari Chinchona. Kompleksitas alkaloid merupakan
penghalang elusidasi struktur molekul selama abad ke sembilan belas bahkan pada
awal abad ke dua puluh. Sebagai contoh adalah Stikhnin yang ditemukan pertama
kali oleh Pelletier dan Caventon pada tahun 1819 dan struktur akhirnya dapat
ditentukan oleh Robinson dan kawan-kawan pada tahun 1946 setelah melakukan
pekerjaan kimia yang ekstra sukar selama hampir 140 tahun.
Perlu dicatat bahwa selama kimia organik berkembang pesat
selama periode tersebut, menjadi ilmu pengetahuan yang rumit pada saat ini,
usaha pengembangan dalam kimia bahan alam tumbuh sejalan, banyak reaksi yang
sekarang merupakan reaksi klasik dalam kimia organik adalah hasil penemuan
pertama dari studi yang cermat degradasi senyawa bahan alam.
Permasalahan
:
1. Bagaimana
hubungan metabolit primer dan sekunder pada metabolism dalam tubuh?
2. Bagaimana
sifat dari alkaloid, flavonoid, senyawa fenol dan steroid ? jelaskan
disertai fungsi.
b3. Bagaimana reaksi pembentukan dan pemecahan karbohidrat?
b3. Bagaimana reaksi pembentukan dan pemecahan karbohidrat?
Saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yg pertama Metabolit sekunder terbentuk dari metabolit primer melalui berbagai jalur metabolisme yang disesuaikan dengan tujuan dan kondisi lingkungan tumbuhan tersebut tumbuh (Sahidin, 2013).
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yg pertama:
BalasHapusStarting material (precursor) biosintesis metabolit sekunder didapatkan dari proses metabolisme primer (Dewick, 1999). Struktur dan jumlah dari prekursor menentukan kerangka metabolit sekunder. Oleh sebab itu precursor-prekursor ini sering disebut sebagai building blocks dari metabolit sekunder. Secara garis besar hanya ada 3 senyawa antara (intermedier) pokok, yaitu : asetat, shikimat dan mevalonat, ditambah beberapa L-asam amino (seperti ornitin dan lisin) yang berasal dari proses metabolism primer, seperti fotosintesis, glikolisis, siklus pentosa dan krebs (gambar 2, didalam kotak), degradasi β -oksidasi, dll. Jadi senyawa antara tersebut merupakan “jembatan” antara metabolisme primer dan sekunder.
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 dimana Produksi senyawa metabolit primer maupun sekunder saat ini sangat penting, misalnya dalam bidang industri, kesehatan, atau pangan. Sebagai contoh, saat ini senyawa metabolit sekunder telah banyak digunakan sebagai zat warna, racun, aroma makanan, obat-obatan, dan sebagainya. Dengan mempelajari jalur biosintesis ini memungkinkan untuk melakukan modifikasi dari jalur tersebut sehingga dapat diproduksi metabolit dalam jumlah yang lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat, mengetahui struktur metabolit yang dihasilkan, dan dapat dilakukan sintesis untuk menghasilkan derivatnya
BalasHapusSaya sedikit menambahkan jawaban yang pertama. Menurut saya, metabolit primer dan sekunder dalam tumbuhan sangat berhubungan erat. Apabila metabolit primer tidak berjalan lancar maka nantinya metabolit sekunder pun berjalan tidak sempurna. Karena kedua metabolit ini sangat esensial bagi tumbuhan.
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan 1. Metabolisme primer padatumbuhan, sepertirespirasidanfotosintesis, merupakan proses yang esensial bagi kehidupan tumbuhan. Tanpa adanya metabolisme primer, suatu organism akan terganggu pertumbuhan, perkembangan, serta reproduksinya, dan akhirnya mati. Berbeda dengan metabolisme primer, metabolism sekundermerupakan proses yang tidak esensial bagi kehidupan organisme. Tidak ada atau hilangnya metabolit sekunder tidak menyebabkan kematian secara langsung bagi tumbuhan, tapi dapat menyebabkan berkurangnya ketahanan hidup tumbuhan secara tidak langsung (misalnya dari serangan herbivore dan hama), ketahanan terhadap penyakit, estetika, atau bahkan tidak memberikan efek sama sekali bagi tumbuhan tersebut.
BalasHapusSaya akan menambah no 1.
BalasHapusMetabolit primer adalah suatu metabolit atau molekul yang merupakan produk akhir atau produk anatara dalam proses metabolisme makhluk hidup, yang funsinya sangat esensial bagi kelangsungan hidup organisme tersebut, serta terbentuk secara intraseluler. Contohnya adalah protein, lemak, karbohidrat, dan DNA.pada umumnya metabolit primer tidak diproduksi berlebihan. Pada sebagian besar mikroorganisme, produksi metaboit yag berlebihan dapat menghambat pertumbuhan, dan kadang-kadang dapat mematikan mikroorganisme tersebut. Proses metabolisme tersebut untuk membentuk metabolit primer disebut metabolisme primer.
Metabolit sekunder diproduksi oleh mikroorganisme setelah fase pertumbuhan aktif telah berhenti. Zat tersebut biasanya tidak diperlukan untuk metabolisme atau pemeliharaan sel tujuan penting. Meskipun tidak dibutuhkan untuk pertumbuhan, namun metabolit sekunder dapat pula berfungsi sebagai nutrisi darurat untuk bertahan hidup.
Fungsi metabolit sekunder bagi mikroorganisme penghasil itu sendiri sebagian besar belum jelas. Metabolit sekunder dibuat dan disimpan secara ekstraseluler. Metabolit sekunder tidak diproduksi pada saat pertumbuhan sel secara cepat (fase logaritmik) tetapi biasanya disintesis pada akhir siklus pertumbuhan sel, yaitu pada fase stasioner saat populasi sel tetap karena jumlah sel yang tumbuh sama dengan jumlah sel yang mati. Pada fase ini sel mikroorganisme lebih tahan terhadap keadaan ekstrm, misalnya suhu yang lebih panas atau dingin, radiasi, bahan-bahan kimia, dan metabolit yang dihasilkannya sendiri (antibiotik).